JABARKINI.ID – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) terus memperkuat gerakan literasi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas dan pemahaman para Bunda Literasi mulai dari tingkat RW, desa hingga kecamatan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dispusip Kabupaten Bandung Drs. H. Yudi Abdurahman, M.Si. saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Dispusip Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa (10/3/2026).

Menurut Yudi, penguatan kapasitas Bunda Literasi menjadi fokus utama sejak awal tahun lalu agar mereka memahami tugas, pokok, fungsi serta peran strategisnya dalam membangun budaya literasi di masyarakat.

“Sejak awal tahun lalu, saya ingin memperkuat dulu pemahaman para Bunda Literasi terkait tugas, pokok, fungsi dan kapasitasnya di masyarakat,” kata Yudi.

Ia menjelaskan, Dispusip Kabupaten Bandung juga menjalin kerja sama dengan Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati, yang aktif menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan literasi.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan teknologi melalui aplikasi Kabelat, yang digunakan untuk melaporkan berbagai kegiatan Bunda Literasi di lapangan kepada Dispusip.

“Aplikasi ini digunakan untuk melaporkan kegiatan Bunda Literasi di lapangan kepada kami. Dalam pelaksanaannya, kami juga bekerja sama dengan narasumber dari perwakilan Telkom University,” jelasnya.

Selain itu, Dispusip turut menghadirkan narasumber kompeten di bidang public speaking guna meningkatkan kemampuan komunikasi para Bunda Literasi dalam menyampaikan program literasi kepada masyarakat.

“Jadi arah kebijakannya dari Bunda Literasi Kabupaten Bandung, tugas pokok dan fungsinya dari Dispusip, aplikasinya dari Telkom University, serta penguatan kemampuan komunikasi melalui narasumber yang kami undang,” tambahnya.