JABARKINI.ID – Bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu dini hari (24/01/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Jawa Barat. Longsor yang terjadi secara tiba-tiba itu menimbun puluhan rumah warga dan menyebabkan korban jiwa.

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bergerak cepat dengan langsung mendatangi lokasi bencana pada hari yang sama. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Barat itu menjadi penegasan bahwa penanganan bencana tidak hanya dilakukan dari balik meja, tetapi melalui tindakan nyata di lapangan.

Di tengah medan yang sulit, lumpur tebal, serta cuaca yang masih berpotensi hujan, KDM meninjau titik longsor, berdialog dengan warga terdampak, serta mengecek langsung kondisi posko pengungsian dan dapur umum.

Berdasarkan data sementara, bencana longsor ini mengakibatkan 8 orang meninggal dunia, 23 orang berhasil selamat, sementara 82 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

“Kita tidak boleh kehilangan satu nyawa pun tanpa upaya maksimal. Prioritas utama saat ini adalah evakuasi korban yang masih tertimbun serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi,” ujar KDM dengan nada tegas di lokasi pengungsian.

Evakuasi Sulit, Tim Diminta Utamakan Keselamatan Proses pencarian korban dihadapkan pada tantangan berat. Material longsor berupa tanah basah, batu besar, dan batang pohon membuat alat berat sulit bergerak. Selain itu, kontur tanah yang labil menimbulkan risiko longsor susulan.

KDM secara khusus mengingatkan seluruh tim untuk tetap mengutamakan keselamatan personel dalam proses evakuasi, tanpa mengurangi ketelitian dan ketekunan dalam mencari korban yang masih hilang.

Dalam kunjungan tersebut, KDM juga menyampaikan komitmen pemerintah kepada warga terdampak. Rumah warga yang rusak berat dan hancur dipastikan tidak akan dibangun kembali di lokasi lama, melainkan direlokasi ke kawasan yang lebih aman.

Selain relokasi, santunan sebesar Rp25 juta akan diberikan kepada setiap keluarga korban meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab negara terhadap warganya.