JABARKINI.ID – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan meninjau langsung lokasi musibah lubang tambang di kawasan PT Antam Tbk Unit Pengolahan dan Pemurnian Emas (UPBE) Pongkor, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis (22/1/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memastikan penanganan kemanusiaan berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
Berdasarkan laporan Tim SAR gabungan, hingga saat ini sebanyak 11 korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi dari dalam lubang tambang. Para korban berasal dari wilayah Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya. Seluruh jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Sebagai wujud empati dan kepedulian, Polda Jawa Barat turut menyalurkan bantuan kepada keluarga korban yang terdampak musibah tersebut guna meringankan beban di tengah suasana duka.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Jabar bersama jajaran juga memasuki area tambang untuk melihat langsung kondisi di lapangan, termasuk titik awal munculnya asap di dalam lubang tambang. Dari hasil pemantauan sementara, kondisi di dalam lubang masih dinilai sangat berbahaya.
“Kondisi di dalam lubang tambang masih sangat berisiko karena kadar karbon monoksida cukup tinggi. Untuk keselamatan, lokasi ini masih kami sterilkan dan belum dapat dimasuki kembali,” ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan di lokasi kejadian.
Ia menegaskan, keselamatan petugas dan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan musibah tersebut.
“Kami fokus pada penanganan kemanusiaan, pengamanan lokasi, serta pendalaman penyebab kejadian. Seluruh proses kami lakukan secara hati-hati dan terkoordinasi,” tegasnya.
Polda Jawa Barat terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PT Antam Tbk dan Tim SAR gabungan, untuk mengamankan lokasi kejadian serta mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
