JABARKINI.ID – Hujan deras yang mengguyur pada Kamis malam, 5 Desember 2025, membuat aliran Sungai Citarum di Kampung Cibedug Hilir, RW 01 RT 07, Desa Cangkuang Wetan, meluap dengan cepat. Debit air meningkat drastis dan mengancam ratusan rumah warga yang berada di wilayah dataran rendah.
Melihat kondisi yang kian kritis, Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi S.Pd.I., M.Pd., turun langsung ke lokasi untuk memimpin penanganan darurat. Tanpa menunda waktu, ia menggerakkan perangkat desa serta masyarakat untuk melakukan mitigasi cepat.
“Pasukan kita harus cepat bertindak! Jangan biarkan air membanjiri rumah warga. Kita bangun tanggul darurat sekarang juga!” tegas Kades Asep kepada perangkat desa dan para relawan yang sudah berkumpul sejak sore.
Meski malam semakin larut dan hujan tetap mengguyur, Kades Asep bersama jajaran pemerintah desa bahu-membahu bersama warga. Mereka bergerak cepat mengangkut material darurat dan membangun tanggul sementara. Tak hanya itu, pembagian sembako juga dilakukan guna meringankan kebutuhan warga yang terdampak.
Selama berjam-jam, Kades Asep berada di posisi terdepan memastikan seluruh langkah penanganan berjalan efektif. Upaya itu membuahkan hasil—luapan air berhasil ditekan dan warga pun lega.
“Terima kasih, Bapak Kades! Kalau tidak ada Bapak yang begitu peduli, mungkin rumah kami sudah habis terendam,” ujar salah satu warga dengan nada haru.
Beberapa bulan berselang, menjelang akhir tahun 2025, banjir bandang kembali melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung. Meski Desa Cangkuang Wetan tidak terkena dampak parah, Kades Asep kembali menunjukkan kepeduliannya.
Ia segera berkoordinasi dengan para ketua RT, RW, perangkat desa, dan tokoh masyarakat untuk menggalang bantuan berupa sembako dan obat-obatan. Bantuan tersebut kemudian dikirimkan ke warga di daerah yang terkena dampak lebih besar.
“Kita tidak bisa diam melihat saudara kita menderita. Meskipun kita juga punya keterbatasan, kita harus saling membantu. Itulah semangat gotong royong yang harus kita jaga,” ujar Kades Asep saat melepas pengiriman bantuan.
