JABARKINI.ID – Kabupaten Bandung dipastikan menjadi lokasi pencanangan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026 sekaligus renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu), yang dijadwalkan berlangsung pada 14 April 2026 di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan seluruh persiapan terus dimatangkan, termasuk koordinasi dengan pemerintah pusat. Ia bahkan membuka peluang kehadiran Presiden dalam agenda strategis tersebut.

“Saya sudah bertemu dengan Dirjen Permukiman Kementerian PKP terkait launching ini. Mudah-mudahan Bapak Presiden bisa hadir langsung,” ujar Dadang dalam rapat koordinasi bulanan di rumah dinasnya, Jum'at (27/3/2026).

Tak hanya peluncuran BSPS, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan program Kredit Program Perumahan (KPP) serta penyaluran KUR Perumahan oleh PT Permodalan Nasional Madani.

Salah satu kebijakan penting yang akan ditegaskan dalam program ini adalah penerapan “gentengisasi” untuk renovasi rutilahu di seluruh Jawa Barat. Bupati menegaskan, penggunaan atap berbahan genteng menjadi kewajiban, menggantikan asbes yang dinilai kurang aman.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari langkah Menteri PKP Maruarar Sirait yang sebelumnya melepas 75 ribu genteng hasil produksi UMKM Jatiwangi. Program tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong daya saing pelaku usaha lokal.

Dari sisi pendanaan, program BSPS yang bersumber dari APBN turut disalurkan melalui anggota DPR RI untuk konstituen di daerah. Di antaranya oleh Cucun Ahmad Syamsurijal sebanyak 700 unit, Saiful Huda sebanyak 169 unit, serta Sudjatmiko sebanyak 500 unit rutilahu.

Meski demikian, Dadang mengungkapkan tantangan masih cukup besar. Saat ini, sekitar 45 ribu rutilahu di Kabupaten Bandung masih membutuhkan penanganan.

“Tahun lalu kita usulkan 4.730 unit. Mudah-mudahan tahun ini bisa mencapai 5.000 unit yang direnovasi,” ujarnya.