JABARKINI.ID – Mengawali aktivitas pasca Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung tancap gas dengan menggelar program Jumat Keliling (Jumling) di Pondok Pesantren Al-Burdah, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jum'at (26/3/2026).

Langkah ini menjadi sinyal kuat konsistensi Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat sektor keagamaan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Didampingi jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Kutawaringin, serta Kepala Desa Pamentasan, kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu disambut hangat para santri, kyai, dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Dadang Supriatna menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis yang tidak tergantikan dalam sejarah dan pembangunan bangsa.

“Sejak sebelum kemerdekaan, pesantren sudah hadir dan berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini harus terus kita jaga dan perkuat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti arah kebijakan pembangunan di periode keduanya yang difokuskan pada realisasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Berdasarkan laporan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida), capaian program pembangunan Kabupaten Bandung telah menyentuh angka 74 persen, menunjukkan progres signifikan dalam mewujudkan visi dan misi daerah.

Salah satu komitmen yang kembali ditegaskan adalah keberlanjutan insentif bagi guru ngaji. Pemerintah Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp109 miliar per tahun sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam membangun generasi berakhlak.

“Peran guru ngaji, kyai, dan ulama sangat vital. Tanpa mereka, pembangunan karakter masyarakat tidak akan berjalan optimal,” ujar Dadang Supriatna.