JABARKINI.ID - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) secara resmi mengeluarkan imbauan agar seluruh elemen buruh dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya potensi kerawanan berupa penyusupan oleh kelompok tertentu yang berniat memicu tindakan anarkis di tengah massa aksi.
Langkah antisipasi ini diambil demi memastikan agar penyampaian aspirasi para pekerja tidak terganggu oleh tindakan provokasi yang dapat merugikan kepentingan umum.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh mengawal jalannya demokrasi. Namun, beliau mengingatkan bahwa dalam setiap kerumunan massa besar, terdapat risiko masuknya pihak ketiga yang tidak memiliki kaitan dengan kepentingan buruh namun ingin menciptakan kerusuhan.
Oleh karena itu, pengawasan di berbagai titik strategis akan diperketat guna mengidentifikasi pergerakan yang mencurigakan sejak dini.
Dalam pernyataannya, Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengimbau para koordinator aksi untuk memperkuat koordinasi dengan aparat di lapangan. Beliau meminta para pimpinan serikat buruh agar lebih jeli dalam memantau barisan massa mereka masing- masing.
Jika ditemukan individu yang mencoba memancing keributan atau melakukan perusakan fasilitas publik, diharapkan segera melapor kepada petugas keamanan agar tindakan preventif dapat segera diambil secara cepat dan tepat.
"Selain fokus pada keamanan massa, Polda Jabar juga memastikan bahwa aktivitas masyarakat luas tidak akan terganggu. Kepolisian telah menyiapkan skema pengamanan serta rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional untuk menghindari kemacetan parah di pusat-pusat kota.
Hal ini dilakukan agar hak para buruh dalam menyuarakan pendapat dan hak masyarakat umum untuk tetap beraktivitas dapat berjalan secara selaras dan seimbang tanpa adanya gesekan fisik." ungkapnya, Minggu (26/4/2026)
"Jaga situasi agar tetap kondusif, terutama guna menghindari potensi gesekan, Polisi dan TNI dibenturkan dengan buruh serta masyarakat." katanya.
