JABARKINI.ID – Jambore Literasi 2025 yang digelar di kawasan wisata Tirta Camelia, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, menjadi ajang apresiasi sekaligus penguatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 Desember 2025 ini, diikuti sekitar 6.000 peserta yang terdiri dari siswa sekolah dasar se-Kabupaten Bandung, guru PAUD, serta peserta PKBM.

Jambore Literasi merupakan puncak dari Program Tantangan Literasi selama sembilan bulan yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bekerja sama dengan Komunitas Literasi Leksam Bedas (Literasi Edukasi Keluarga, Sekolah, Anak, dan Masyarakat). Komunitas tersebut telah dikukuhkan melalui SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Nomor 421.2/2754.1-Disdik/2021.

Ketua Pelaksana Jambore Literasi 2025, Hildawati, S.Pd., M.AP., dalam laporan kegiatannya menyampaikan bahwa jambore ini tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang tumbuh bagi imajinasi, kreativitas, dan pemikiran kritis peserta didik.

“Selama tiga hari, Tirta Camelia bertransformasi menjadi taman bermain literasi yang dipenuhi kata-kata, ide, buku, dan imajinasi tanpa batas. Jambore Literasi adalah pernyataan sikap bahwa literasi merupakan kunci utama membuka masa depan yang cerah,” ujar Hildawati, Rabu (17/12/2025).

Ia menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami dunia, memecahkan masalah, berpikir kritis, serta menumbuhkan empati melalui bahasa dan informasi. Selain itu, jambore menjadi sarana mengasah kreativitas sekaligus membangun jejaring persahabatan antarsekolah di Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini secara resmi dibuka pada hari pertama oleh Asep Kusumah, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi kemajuan pendidikan.

“Mari terus kita jaga nyala literasi dan numerasi sebagai pilar utama peradaban. Teruslah berhitung, beranalisis, dan berkarya demi kemajuan pendidikan daerah menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Pelaksanaan Jambore Literasi dibagi berdasarkan 10 kecamatan per hari, dengan jumlah sekitar 2.000 peserta setiap harinya. Konsep kegiatan dikemas dalam bentuk outing class yang mendorong siswa belajar secara kontekstual dan kreatif, serta dilengkapi dengan pembagian hadiah dan pemberian apresiasi kepada guru dan siswa yang aktif dalam Gerakan Literasi Sekolah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Abdul Kadir dari BBGTK Jawa Barat. Ia memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Jambore Literasi yang dinilai mampu berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, baik bagi guru maupun peserta didik.