JABARKINI.ID – Suasana malam di Bumi Mandalawangi tampak berbeda pada Jum'at (21/11/2025). Ribuan warga memadati Lapangan Bola Yonif 330/Tri Dharma, Kampung Pasirhuut, Desa Mandalawangi, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, untuk menyaksikan Pagelaran Wayang Golek Putra Giri Harja 3.
Masyarakat datang dari berbagai daerah seperti Bandung, Sumedang, hingga Garut. Banyak di antara mereka hadir bersama keluarga menggunakan kendaraan pribadi, bahkan tak sedikit yang rela berjalan kaki.
Antusiasme ini menjadi bukti kuat bahwa kecintaan masyarakat Jawa Barat terhadap seni tradisi Wayang Golek masih terjaga meski era digital terus berkembang.
Salah satu warga, Uus Rusmana, dari Kampung Cikaso, Desa Tanjungwangi, Cicalengka, mengaku tiba di lokasi sejak pukul 19.00 WIB. Meski cuaca gerimis, ia bersama istri dan anaknya tetap bertahan demi menonton penampilan Wayang Golek Putra Giri Harja 3. “Acara ini selalu dinanti warga sekitar,” ujarnya.
Wayang Golek Putra Giri Harja 3 sendiri merupakan kelompok seni wayang yang sangat populer di Jawa Barat, dipimpin oleh dalang H. Dadan Sunandar Sunarya. Ia merupakan generasi kedua penerus maestro almarhum H. Asep Sunandar Sunarya, pendiri Giri Harja 3 dari Kampung Jelekong, Baleendah.
Pagelaran kali ini mengangkat lakon “Tridaya Wisesa” yang bermakna tiga kesaktian bersatu, simbol sinergi antara pemerintah, aparatur keamanan, dan rakyat dalam menjaga harmoni serta memajukan kehidupan bersama.
Tokoh legendaris Cepot atau Astrajingga yang dikenal jenaka dan cerdas kembali menjadi pusat perhatian lewat pesan moral dan kritik sosial yang disampaikan melalui humor.
Sebelum pertunjukan dimulai, Danyonif 330/Tri Dharma, Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono, S.M, naik ke panggung menyapa para tamu undangan dan penonton. Ia juga menyerahkan piagam penghargaan serta souvenir kepada pihak sponsorship yang diterima oleh Iden, Kepala PT Djarum DSO Bandung Timur.
“Wayang Golek adalah budaya asli masyarakat Jawa Barat yang wajib dijaga dan dilestarikan,” ujarnya dalam sambutan.
