JABARKINI.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Majalaya sejak Minggu sore, kembali memicu banjir di kawasan Cidawolong. Luapan air menutup sebagian badan jalan dan menghambat aktivitas warga serta pengendara yang melintas. Minggu (23/11/2025) 

Berdasarkan laporan warga, tinggi genangan di beberapa titik mencapai betis hingga lutut orang dewasa. Banyak pengendara sepeda motor terpaksa menghentikan perjalanan karena kendaraan mereka mogok setelah terendam.

“Motor tidak bisa lewat, jadi harus putar balik lewat jalan alternatif,” ungkap Hendra, salah satu warga.

Hingga Minggu malam, genangan masih terlihat di lokasi yang kerap menjadi langganan banjir tahunan. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Camat Majalaya, H. Rofiran S.STP., M.Si., menyebut penanganan banjir melalui kolaborasi pentahelix di wilayah Cidawolong berjalan cukup efektif. Namun ia menegaskan bahwa upaya tersebut memerlukan pengawasan bersama secara berkelanjutan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurut Rofiran, kerja sama lintas unsur—pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga media—telah mempercepat perbaikan berbagai infrastruktur pengairan yang sebelumnya terdampak banjir.

Meski begitu, ia menekankan bahwa solusi banjir tidak bisa hanya mengandalkan pembangunan fisik.

“Kami berharap strategi bersama ini tidak hanya mempercepat perbaikan infrastruktur air, tetapi juga menjaga stabilitas iklim usaha yang sering terdampak ketika musim hujan tiba,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Majalaya optimistis bahwa pendekatan pentahelix yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dapat menekan dampak banjir di Cidawolong dalam waktu dekat. Penguatan koordinasi serta evaluasi berkala disebut menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.