JABARKINI.ID - Desa Cilame, Kecamatan Kutawaringin, menjadi saksi bangkitnya budaya dan kekuatan ekonomi lokal melalui Gebyar Wisata Budaya Desa Cilame 2025. Kegiatan ini berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Andes, dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan dari pemerintah daerah maupun pusat.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menyampaikan pandangannya. Ia menilai Desa Cilame memiliki potensi budaya yang luar biasa. Menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus digelar karena dapat menggerakkan ekonomi masyarakat secara langsung.
"Acara ini mendukung perputaran ekonomi desa, terutama dari sektor UMKM. Jika kita sering mengadakan kegiatan serupa, maka pelaku usaha akan terus tumbuh,” ujar Ali.
Lebih lanjut, Ali mendorong perubahan pola pikir masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak hanya mengejar pekerjaan di pabrik atau perusahaan, tetapi mulai menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
“Kita harus membangun kemandirian. Jangan hanya berharap pekerjaan dari pabrik. Masyarakat bisa membuka peluang usaha sendiri, apalagi di sektor makanan. Kebutuhan makanan itu selalu ada,” jelasnya.
Ali juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, Indonesia tidak akan bisa maju pada 2045 jika hanya fokus pada infrastruktur fisik. SDM dengan pola pikir kreatif dan kritis harus menjadi prioritas utama.
"Gedung atau pabrik bisa dibangun. Tapi kalau SDM-nya tidak siap, semuanya tidak berjalan optimal. Kita perlu mengubah mindset, agar masyarakat bisa melihat peluang sekecil apapun,” ungkap Ali.
Sementara itu, Kepala Desa Cilame, Alo Sobirin, S.Ip., menegaskan bahwa budaya harus menjadi dasar pembangunan. Ia percaya bahwa prinsip-prinsip kebudayaan telah memerdekakan bangsa ini. Maka, nilai-nilai tersebut perlu dijaga dan digerakkan kembali.
“Kita tidak kembali ke masa lalu. Tapi kita ambil nilai-nilai terbaik dari budaya. Lalu, kita jadikan itu sebagai kekuatan untuk membangun masa depan,” ujarnya.
