JABARKINI.ID – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bandung menggelar rapat koordinasi (rakor) khusus untuk memastikan kesiapan pengamanan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah/2026 Masehi, Sabtu (7/3/2026).
Rakor yang berlangsung di Gedung Moch Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Soreang tersebut dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi, Kapolresta Bandung Aldi Subartono, serta perwakilan dari Lanud Sulaeman dan Kodim 0624/Kabupaten Bandung.
Selain itu, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, serta jajaran TNI dan Polri juga turut mengikuti rapat koordinasi tersebut.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda dan OPD atas kekompakan serta sinergi yang terus terjalin dalam menghadapi momentum Lebaran tahun ini.
Menurutnya, strategi yang telah disusun oleh jajaran Polresta Bandung, khususnya dalam mengantisipasi arus mudik dan arus balik, diyakini mampu menjaga situasi tetap kondusif.
“Terutama pada H-3 hingga H+3 Lebaran, Pak Kapolresta Bandung sudah menyiapkan berbagai strategi dan inovasi. Mudah-mudahan arus mudik dan arus balik dapat berjalan lancar dan terkendali,” ujar Dadang Supriatna kepada awak media.
Ia juga menyampaikan rencana pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Selain itu, perhatian juga akan diberikan kepada unsur aparat di lapangan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Dadang menambahkan, dalam pengamanan Lebaran tahun ini akan dikerahkan sekitar 1.733 personel gabungan yang akan ditempatkan di 21 titik pos pengamanan dan pos terpadu di wilayah Kabupaten Bandung. Salah satu titik strategis berada di kawasan Nagreg yang dikenal sebagai jalur utama arus mudik.
Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menjelaskan bahwa pihaknya bersama Forkopimda telah melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kemacetan selama periode mudik.
