JABARKINI.ID - Kementerian UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Mencegah), Badan Gizi Nasional (BGN), Pemerintah Kabupaten Bandung, dan Pesantren Yatim dan Dhuafa (PPYAD) Al Kasaf melaksanakan temu mitra perluasan keterlibatan UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kegiatan temu mitra ini dilaksanakan di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Cileunyi (Pondok Pesantren Yayasan Al-Kasyaf) Kampung Sukamaju RT 04/RW 10 Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat, Jumat (1/8/2025).
Temu mitra para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung itu dihadiri jajaran Kementerian UMKM RI, yakni Deputi Bidang Usaha Mikro M. Riza Damanik, Asdep Kemitraan dan Rantai Pasok Pristianto, dan Staf Ahli Mentri Bidang Usaha Rintisan dan Ekonomi Digital Yulius.
Selain itu perwakilan Badan Gizi Nasional, Bupati Bandung Dadang Supriatna diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Dindin Syahidin, perwakilan PPYAD Al Kasaf, dan para pelaku UMKM yang akan terlibat langsung dalam rangka mendukung dan menyukseskan program MBG.
Kegiatan temu mitra perluasan keterlibatan UMKM dalam program MBG ini diinisiasi oleh Asdep Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM RI Muhammad Firdaus sebagai panitia penyelenggara.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM RI M. Riza Damanik, Ph.D., mengatakan program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu peluang usaha buat UMKM untuk terlibat pemanfaatan dalam bahan bakunya atau pun bahan olahannya.
"Sehingga dapur-dapur di SPPG-SPPG itu bisa mendapatkan barang-barang atau bahan baku secara berkelanjutan dan juga berkualitas," kata Riza dalam keterangannya.
"Nah tentu Kementerian UMKM dalam pelaksanannya melakukan pendampingan terhadap suplayer-suplayer pangan, sehingga nantinya suplayer pangan kita bisa mendapatkan akses terhadap dapur tadi," imbuhnya.
Riza mengatakan ada tiga prinsip dasar yang terus diperkuat kepada para suplayer dan UMKM. Satu, bagaimana agar menjaga kualitasnya terus konsisten dan terjaga. Kedua adalah kuantitasnya terus terjaga.
