JABARKINI.ID - PT Geo Dipa Energi (Persero) (GDE) kembali mencatatkan tonggak penting dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 2 berkapasitas 1 × 55 MW. 

Pembangunan Proyek Strategis  Nasional (PSN) ini resmi  memasuki tahap krusial ditandai  dengan suksesnya pengangkutan dan mobilisasi komponen utama pembangkit, yaitu generator listrik, menuju lokasi proyek.

Generator merupakan "jantung" dari sebuah pembangkit listrik yang berfungsi mengubah energi mekanik dari putaran turbin menjadi energi listrik. 

Kehadiran komponen utama ini menjadi milestone penting bagi PT Geo Dipa Energi (Persero) dalam mendukung percepatan transisi energi dan pencapaian target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional. 

Sebagai ringkasan, tahapan yang telah dilalui antara lain pekerjaan persiapan lokasi untuk pembangkit, pekerjaan sipil dan mekanikal, meliputi pembangunan pondasi, pendirian struktur baja, konstruksi power house, serta pemasangan berbagai fasilitas pendukung, untuk kemudian pada periode ini telah dihadirkan Generator yang  merupakan komponen utama dari proyek  ini, sebelum memasuki tahap pengujian (commissioning) dan pengoperasian komersial. 

Komitmen Safety dan Konsultasi Bermakna dengan Masyarakat Mobilisasi generator menjadi penanda bahwa pembangunan PLTP Patuha Unit 2 terus bergerak menuju tahap penyelesaian dan pengoperasian. Sebelum mobilisasi, GDE menetapkan standar mitigasi risiko yang  

Serangkaian inspeksi  proses pra-mobilisasi dilakukan mencakup  pengecekan ulang generator, pemeriksaan teknis armada, uji kesehatan pengemudi dan  awak, hingga konsultasi  bermakna (meaningful consultation) bersama  pemangku kepentingan dan masyarakat  dari Desa Sugihmukti, Alamendah, dan Panundaan pada Rabu (17/6). HSE & Safeguard Superintendent, Aditya Rahman, menegaskan  komitmen perusahaan keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

" Kami (GDE) menganggap penting untuk diadakannya  pertemuan  ini.  Harapannya  adalah saat kita (GDE) melakukan mobilisasi, warga dalam kondisi aman dan nyaman, tidak terganggu," ujarnya.

Keandalan Infrastruktur & Rekayasa Teknis Sebagai kargo berukuran dan berbobot super berat (Over Dimension Heavy Cargo/ODHC) yang mencapai ratusan ton, proses pengangkutan dari Gerbang Tol Soreang menuju lokasi PLTP Patuha Unit 2 pada Senin (6/7) membutuhkan persiapan teknis ekstra.