JABARKINI.ID – DPRD Kabupaten Bandung bersama Perumda Air Minum Tirta Raharja menggelar audiensi dengan perwakilan petani dan peternak ikan yang tergabung dalam Paguyuban Rahayu terkait pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandung Timur. Rabu (10/9/2025).
Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Kacapi, Gedung Setda Kabupaten Bandung, itu juga dihadiri PT Moya Indonesia serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Pertemuan membahas tiga tuntutan Paguyuban Rahayu yang khawatir lahan pertanian dan kolam ikan mereka kekurangan pasokan air akibat pengambilan air Sungai Citarum untuk proyek SPAM.
Perwakilan Paguyuban Rahayu, Rahmat, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak proyek SPAM yang akan melayani kebutuhan air bersih di delapan kecamatan wilayah Bandung Timur. Namun, masyarakat berharap ada solusi agar aktivitas pertanian dan perikanan tidak terganggu.
" Tuntutan kami cuma tiga. Pertama, lakukan sosialisasi menyeluruh. Kedua, pembangunan sesuai aturan. Ketiga, ada solusi supaya lahan pertanian dan kolam tidak kekurangan air,". Jelas Rahmat.
Direktur Utama Perumda Tirta Raharja, Teddy Setiabudi, memastikan pihaknya telah menempuh seluruh aspek legal dan perizinan sebelum pembangunan dimulai. Ia juga menegaskan bahwa SPAM Bandung Timur dibangun untuk menjawab rendahnya cakupan layanan air bersih di Kabupaten Bandung yang baru mencapai 8,18 persen dari total penduduk.
" Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Namun kami pastikan suplai air pertanian tidak terganggu. Proses pembangunan pun dilakukan transparan, terbuka, dan sesuai ketentuan,". Ujar Teddy.
Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, menyambut positif kesediaan Perumda Tirta Raharja memenuhi aspirasi masyarakat. Menurutnya, persoalan ini lebih kepada komunikasi yang belum terjalin optimal.
"Alhamdulillah ada kesepakatan. Pembangunan SPAM terus berjalan karena perizinan sudah ditempuh. Hanya perlu sosialisasi lebih intensif dan solusi teknis agar petani tidak terdampak,". Kata Renie.
Proyek SPAM Bandung Timur ditargetkan mampu mendistribusikan air bersih bagi ratusan ribu warga di delapan kecamatan, yaitu Ciparay, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Cikancung, Solokanjeruk, Rancaekek, dan Cicalengka. **
