JABARKINI.ID – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Bandung bersama Satgas Pangan Kabupaten Bandung, Perum Bulog dan unsur terkait melakukan pemantauan ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok di Pasar Sehat Soreang, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh tim gabungan tersebut merupakan langkah antisipasi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan menjelang perayaan Hari Raya Idul fitri 1447 Hijriah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah, mengatakan pemantauan di lapangan difokuskan pada beberapa komoditas strategis, terutama beras dan minyak goreng yang sebelumnya sempat terindikasi dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Berdasarkan hasil survei dan monitoring di lapangan, saat ini sebagian besar pedagang sudah menjual komoditas sesuai dengan ketentuan HET yang berlaku,” ujar Dicky di Soreang.

Ia menjelaskan, untuk komoditas minyak goreng, harga yang dijual di pasar saat ini berada di kisaran Rp15.700 per liter. 

Sementara untuk beras medium dan premium, sebagian besar pedagang telah menjual sesuai dengan ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah.

“Beras medium dijual sekitar Rp13.900 per kilogram, sedangkan beras premium berada di kisaran Rp14.900 per kilogram,” jelasnya.

Selain melakukan pemantauan harga, Disperdagin Kabupaten Bandung juga telah berkoordinasi dengan Perum Bulog guna memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan di pasar tetap terjaga menjelang hari besar keagamaan.

Namun demikian, dalam pemantauan tersebut petugas masih menemukan satu pedagang eceran yang menjual beras di atas HET.