JABARKINI.ID – Menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung menyiapkan langkah pengamanan dengan menurunkan 259 personel untuk terlibat dalam Operasi Pengamanan Lebaran 2026.
Ratusan personel tersebut merupakan bagian dari sekitar 1.700 personel gabungan lintas instansi yang akan bertugas selama 16 hari, mulai 14 hingga 29 Maret 2026, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Hilman Kadar mengatakan, pengerahan personel dilakukan untuk memberikan rasa aman sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang melintas di wilayah Kabupaten Bandung.
“Personel Dishub akan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujar Hilman di ruang kerjanya, Jum'at (13/3/2026).
Menurutnya, beberapa jalur utama menjadi fokus pengawasan karena berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan selama musim mudik. Di antaranya kawasan Nagreg dan Cileunyi yang selama ini dikenal sebagai jalur vital penghubung menuju wilayah selatan Pulau Jawa.
Selain jalur utama, Dishub juga mengantisipasi meningkatnya mobilitas kendaraan menuju sejumlah kawasan wisata favorit di Kabupaten Bandung saat libur Lebaran.
Wilayah Soreang, Ciwidey, dan Pangalengan diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas kendaraan seiring meningkatnya jumlah wisatawan selama masa libur panjang.
Untuk menunjang pengamanan arus mudik, Dishub Kabupaten Bandung juga mendirikan sekitar 10 hingga 12 posko pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis.
Sementara posko induk direncanakan berada di kawasan Nagreg, yang selama ini dikenal sebagai salah satu simpul utama arus mudik di Jawa Barat.
