JABARKINI.ID — Polemik pencairan insentif RT/RW di Kabupaten Bandung menjelang Hari Raya Idul Fitri kian memanas. Kebijakan penyaluran melalui Bank BJB yang semula diklaim untuk mempermudah, justru menuai kritik keras dari para penerima manfaat di lapangan.
Di sejumlah wilayah, salah satunya Desa Pakutandang, Kecamatan Ciparay, para Ketua RT dan RW harus datang sejak dini hari demi mengantre pencairan.
Namun, upaya tersebut tak menjamin hasil. Banyak di antara mereka tetap pulang tanpa membawa haknya.
“Kami datang sejak subuh, antre berjam-jam, tapi tetap tidak kebagian. Ini bukan lagi pelayanan, ini sudah sangat memberatkan,” ujar salah seorang RT dengan nada kecewa.
Situasi ini menjadi semakin sensitif karena terjadi di momentum menjelang Lebaran, saat kebutuhan masyarakat meningkat tajam.
Sejumlah RT/RW mengaku kecewa lantaran pencairan insentif yang diharapkan dapat membantu kebutuhan keluarga justru tertunda, bahkan disebut baru bisa dilakukan setelah hari raya.
Sorotan tajam juga mengarah pada kesiapan layanan perbankan. Minimnya petugas dan fasilitas dinilai menjadi penyebab utama terjadinya antrean panjang.
Dalam beberapa kasus, hanya satu loket yang melayani ratusan hingga ribuan antrean, memicu keluhan luas.
Pengamat pelayanan publik menilai kondisi ini menunjukkan lemahnya perencanaan teknis dalam implementasi kebijakan.
