JABARKINI.ID – Salah seorang warga penerima manfaat (KPM) Posyandu, Desa Neglasari, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, mengeluhkan kualitas makanan bergizi (MBG) yang dibagikan pada kegiatan posyandu, Senin (3/11/2025) siang.

Menurut pengakuannya, sekitar pukul 13.30 WIB, ia diminta berkumpul di rumah salah satu kader untuk menerima makanan tambahan bagi balita. Namun, saat melihat kondisi makanan yang disajikan, dirinya merasa kecewa.

“Pas saya datang, makanannya nasi kuning, telur dadar, tomat, tempe, sama kerupuk dan saus. Tapi anak saya enggak mau makan, telurnya bau, tomatnya juga busuk,” ujarnya yang enggan disebutkan namanya.

Ia menilai, makanan bergizi untuk balita seharusnya memberikan manfaat bagi tumbuh kembang anak, bukan justru menimbulkan kekhawatiran.

“Masa MBG kaya gitu, bukannya bikin sehat, malah saya takut anak saya sakit,” tambahnya.

Program pemberian makanan bergizi di posyandu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan status gizi anak dan mencegah stunting. Namun, warga berharap kualitas bahan makanan yang disajikan dapat lebih diperhatikan agar tujuan program benar-benar tercapai.

Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Neglasari Kecamatan Majalaya mengusulkan agar pendistribusian dilakukan di wilayah masing-masing. 

Usulan tersebut disampaikan karena dikhawatirkan terdapat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak memiliki kendaraan atau harus berjalan kaki untuk mengambil bantuan.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Desa Neglasari Kecamatan Majalaya, H Awan menyampaikan bahwa pendistribusian di balai desa sebenarnya tidak menjadi masalah.