JABARKINI.ID - Deimas Masitoh Somantri, S.Pd., yang saat ini menyandang gelar Winner Beauty Muslimah Jawa Barat 2026 asal Kampung Sekebalimbing, Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam acara “Youth Creative Expo” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Jawa Barat, Minggu 5 April 2026.

Acara ini berlangsung di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Dago, dan dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai daerah serta perwakilan lembaga, yayasan, dan institusi di Jawa Barat.

Deimas,  seorang influencer dan model yang juga merupakan lulusan S1 Pendidikan Agama Islam dari Institut Studi Islam Fahmina (ISIF) Cirebon. Ia juga memiliki minat di bidang seni,  serta aktif di media sosial melalui Instagram (@deimas_411) dan TikTok (deimas_).

Acara Youth Creative Expo mengusung tema “Mimpi Jadi Nyata, Aksi Kreatif Pemuda Jawa Barat” yang bertujuan untuk: Mengembangkan sumber daya manusia (SDM) pemuda yang berkarakter. Meningkatkan daya saing ekonomi melalui kreativitas dan digitalisasi. Mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan ekonomi lokal.

Rangkaian kegiatan meliputi talk show inspiratif dan exhibition yang menampilkan berbagai produk kreatif seperti kuliner, fesyen, kriya, hingga produk olahan lokal.

Dalam sesi talk show, Deimas hadir bersama narasumber lain, yaitu Teguh Panjireza Rosendra (Expand Asia by Documenta.id), Lucky Hendrawan (Bumi Dega Sunda Academy), dan Rhana Respati (Waketu DPD AMPI Jabar). Masing-masing narasumber membawakan topik yang berbeda, mulai dari kewirausahaan, jejaring, hingga budaya.

Pada kesempatan tersebut, Deimas membawakan materi mengenai perempuan dan kesetaraan, khususnya dalam perspektif perempuan muslimah di era modern. Ia menyoroti pentingnya memahami teks keagamaan secara kontekstual, termasuk dalam menafsirkan Q.S. An-Nisa ayat 34 tentang peran laki-laki dan perempuan.

Menurut Deimas, konsep kepemimpinan dalam ayat tersebut lebih tepat dipahami sebagai bentuk tanggung jawab dan perlindungan (servant leadership), bukan dominasi. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki ruang yang sama untuk berkembang, berpendidikan tinggi, serta berkontribusi dalam berbagai bidang, selama tetap menghormati kodrat yang telah ditetapkan.

“Perempuan saat ini tidak lagi dibatasi oleh stigma. Dunia itu luas dan semua perempuan berhak untuk mengeksplorasi potensi dirinya. Kunci utamanya adalah percaya diri, berani mencoba, dan terus belajar,” ungkap Deimas.