JABARKINI.ID – Video Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menanggapi keluhan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) beredar luas di media sosial.
Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa orang tua, siswa, maupun guru diperbolehkan memposting makanan yang diterima sebagai bentuk transparansi publik.
Menurutnya, keterbukaan sangat penting untuk memastikan kualitas dan nilai makanan yang diberikan kepada para siswa tetap sesuai ketentuan.
Ia bahkan mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik apabila menemukan ketidaksesuaian.
“Silakan orang tua, siswa, dan guru memposting makanan yang diterima. Kalau nilainya kurang, maka saya bilang ada tiga hal yang akan saya lakukan sebagai gubernur untuk mengawal program ini,” tegasnya.
Dedi menjelaskan, langkah pertama yang akan ditempuh adalah pemberian sanksi administratif kepada pihak penyedia. Jika pelanggaran dinilai berat, maka dapur penyedia makanan akan ditutup.
“Pertama adalah sanksi administratif. Kedua, penutupan dapurnya. Yang ketiga adalah sanksi pidana,” ujarnya.
Ia menekankan, pengurangan nilai makanan dari anggaran yang telah ditetapkan sama saja dengan merugikan keuangan negara. “Kenapa? Kalau dari 10 ribu dikurangi tinggal 7 ribu atau 6 ribu, maka uang negara ini hilang dalam satu porsi makanan,” jelasnya.
Gubernur memastikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengawal ketat pelaksanaan program MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan siswa tanpa adanya praktik penyimpangan anggaran.
