JABARKINI.ID – Intensitas hujan yang meningkat di sejumlah daerah Indonesia membawa dampak pada perubahan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kondisi tubuh. Suhu udara yang cenderung lebih sejuk membuat banyak orang memilih minuman hangat sebagai pendamping aktivitas harian, terutama pada pagi dan malam hari.
Beragam jenis minuman penghangat kembali banyak dikonsumsi, mulai dari minuman sederhana seperti teh hangat dan susu, hingga racikan berbahan rempah seperti jahe.
Kandungan alami jahe dipercaya mampu membantu memberikan rasa hangat sekaligus mendukung daya tahan tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu.
Tak hanya minuman modern, berbagai minuman tradisional khas Nusantara juga kembali mendapat tempat di hati masyarakat. Bandrek, wedang ronde, dan sekoteng menjadi pilihan karena dikenal mengandung rempah-rempah yang memberikan efek menghangatkan serta manfaat kesehatan lainnya.
Fenomena ini turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Sejumlah pedagang minuman tradisional mengaku penjualan meningkat sejak musim hujan berlangsung, terutama pada jam-jam rawan udara dingin.
Di sisi lain, tenaga kesehatan mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan asupan harian secara menyeluruh.
Konsumsi minuman hangat dianjurkan dilakukan secara wajar dan diimbangi dengan pola makan bergizi serta istirahat cukup.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga stamina tubuh dan mencegah berbagai penyakit yang kerap muncul selama musim hujan.
Editor : Devi Alex
