JABARKINI.ID - Nama Asep Balon menjadi salah satu musisi Rap berbahasa Sunda yang sukses menorehkan prestasi di industri musik nasional hingga internasional. Rapper asal Majalaya, Kabupaten Bandung, yang berada di bawah naungan label independen Naraga Studios ini dikenal konsisten mengusung bahasa Sunda dalam setiap karya, dipadukan dengan lirik yang jenaka, lugas, sekaligus sarat kritik terhadap berbagai fenomena sosial.

Sejak awal berkarier, sejumlah lagu Asep Balon kerap menjadi perbincangan publik. Karakter liriknya yang blak-blakan bahkan sempat memunculkan kontroversi. 

Namun, di balik hal tersebut, ia berhasil membuktikan bahwa musik berbahasa daerah memiliki daya saing dan mampu diterima oleh penikmat musik lintas daerah hingga mancanegara.

Perjalanan kariernya semakin bersinar setelah dipercaya tampil membawakan lagu-lagu berbahasa Sunda di Nagoya, Jepang, serta Dubai, Uni Emirat Arab. 

Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa karya musik lokal tetap mampu menembus panggung internasional tanpa harus meninggalkan identitas budaya.

Popularitas Asep Balon juga tercermin dari capaian penonton di kanal YouTube. Lagu debutnya "Hakan Tah Ku Sia" telah ditonton lebih dari 17 juta kali. 

Sementara lagu "Dadas" telah meraih sekitar 13 juta penayangan, "Mening Jomblo" sekitar 8 juta penayangan, dan "Goblog" lebih dari 4 juta penayangan.

Tak hanya sukses secara digital, Asep Balon juga mencatatkan prestasi di industri musik Tanah Air. 

Melalui lagu "Tong Digerung-Gerung", hasil kolaborasi bersama Nissan Fortz dan Uli Ozara, serta lagu "Karuhun" yang dibawakan bersama seluruh talenta SG Entertainment, ia berhasil masuk dalam dua nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2022, salah satu penghargaan musik paling bergengsi di Indonesia.