JABARKINI.ID – Komunitas Thalassemia menggelar kegiatan Creative Thalassemia 2025 bertema “Strong, Happy & Champions” di Imah Thalassemia, di bale Rahayu Thalassemia Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung, Minggu (28/12/2025). 

Kegiatan ini menjadi momentum rasa syukur sekaligus penguatan semangat bagi anak-anak pejuang talasemia beserta keluarga mereka.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., yang menegaskan komitmennya mendorong terwujudnya Kabupaten Bandung Zero Talasemia melalui penguatan edukasi, skrining dini, dan pendampingan berkelanjutan bagi para penyintas.

Menurut Renie, talasemia merupakan penyakit genetik yang membutuhkan pengobatan rutin dan transfusi darah berkala, sehingga menjadi beban tersendiri bagi keluarga. Meski demikian, ia mengapresiasi keteguhan dan optimisme para orang tua serta anak-anak pejuang talasemia.

“Talasemia memang bukan penyakit yang mudah, namun saya berharap kondisi ini tidak mematahkan semangat orang tua untuk terus mendampingi anak-anaknya,” ujar Renie.

Renie berharap Balai Rakyat Talasemia (Imah Thalassemia) ke depan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi berkembang sebagai pusat edukasi talasemia, khususnya sosialisasi skrining pra-nikah sebagai langkah deteksi dini.

“Kunci menekan angka talasemia adalah edukasi dan skrining sebelum menikah. Target kita Kabupaten Bandung menuju zero talasemia pada 2045,” tegasnya.

Ia juga menyoroti peran relawan talasemia yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan mendampingi para penyintas, serta mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan perhatian lebih, termasuk kemungkinan insentif.

Berdasarkan data, jumlah penyintas talasemia di Kabupaten Bandung tercatat 403 orang pada 2022 dan diperkirakan meningkat menjadi lebih dari 500 orang pada 2025.