JABARKINI.ID - Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Padamukti Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, menjadi salah satu desa wisata edukasi pengolahan sampah bagi masyarakat sekitar. Lebih dikenal dengan sebutan Ekowisata Citarik.
Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo beserta Kasi Pembangunan Cucu Munajat turun langsung ke TPS3R Desa Padamukti untuk meninjau langsung edukasi pengolahan sampah rumah tangga hingga bernilai ekonomis. Selain menguntungkan bagi pengelola, juga bermanfaat bagi masyarakat yang menghasilkan sampah rumah tangga.
Camat Prabowo melihat langsung dari bahan baku sampah plastik menghasilkan produk batako. Kemudian dari sampah sisa tutup botol kemasan plastik air mineral bisa dimanfaatkan untuk pembuatan pot bunga plastik, kemudian sebuah kemasan yang mirip dengan batako dan bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan meja dan kursi. Kualitasnya pun cukup bagus dan bisa digunakan bahan bangunan atau properti.
Kemudian botol plastiknya dijual ke perusahaan untuk dihancurkan menjadi bijih plastik. TPS3R Padamukti yang dikelola Aam Amirudin yang meraih prestasi juara 2 Pemuda Pelopor Tingkat Kabupaten Bandung yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga ini, setelah berhasil dalam inovasi daur ulang sampah plastik tersebut. Kemudian mengolah sampah organik dengan memanfaatkan media maggot. Selain itu mengolah sampah organik menjadi kompos.
Aam Amirudin mengungkapkan bahwa sampah yang dikelola di TPS3R Padamukti berasal dari sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat sekitarnya di Desa Padamukti.
"Kemudian sampah dikumpulkan di TPS3R, lalu dipilah sesuai dengan jenis material," katanya saat ditemui di TPS3R Padamukti, Selasa (7/4/2026).
Ia menyebutkan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga itu, ada sekitar 23 jenis material sampah yang harus dipilah.
"Ada sampah organik, ada sampah anorganik, dan sampah residunya. Sampah organiknya digunakan untuk pakan maggot. Kemudian sampah anorganiknya, yang bernilai ekonomis oke kita dijual. Kemudian sampah anorganik dengan bernilai ekonomis rendah dibakar dengan menggunakan mesin insenerator," jelasnya.
Aam Amirudin mengatakan, pengelolaan sampah di TPS3R itu melibatkan 7 orang pekerja, setelah operasional mulai awal tahun 2024.
