JABARKINI.ID - Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo melaksanakan monitoring pendistribusian bantuan pangan cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli 2025 di enam desa di Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Sabtu (2/8/2025).
Keenam desa itu yakni Desa Solokanjeruk, Desa Cibodas, Desa Padamukti, Desa Panyadap, Desa Rancakasumba dan Desa Bojongemas. Sedangkan satu desa lagi, yakni Desa Langensari pendistribusian bantuan pangan berupa cadangan beras direncanakan pada Minggu (3/8/2025).
Pendistribusian bantuan pangan itu dengan sasaran mencapai ribuan keluarga penerima manfaat (KPM), dan masing-masing desa mencapai ratusan KPM. Masing-masing KPM menerima bantuan pangan cadangan beras sebanyak 20 kg.
Pendistribusian cadangan beras pemerintah alokasi Juni dan Juli 2025 ini dilaksanakan atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Bandung, Badan Pangan Nasional, Bulog, BUMN, dan pihak lainnya.
Para kepala desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing desa juga turut memantau pelaksanaan pendistribusian bantuan pangan tersebut. Pelaksanaannya pun berlangsung kondusif, para KPM pun dengan tertib antri untuk mendapatkan bantuan pangan berupa beras tersebut.
Camat Solokanjeruk Rahmatullah Mukti Prabowo mengucapkan syukur alhamdulillah pada hari Sabtu (2/8/2025) bisa melaksanakan monitoring penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah kepada masyarakat dengan sasaran keluarga penerima manfaat tersebut.
"Maksud dan tujuan kami untuk memastikan penyaluran berjalan baik. Penerimaan tepat sasaran sesuai dengan data KPM yang sudah disampaikan sebelumnya. Kita pastikan penerima bantuan atau penerima haknya, jadi masing-masing itu 20 kg beras per KPM," kata Prabowo saat monitoring di Desa Bojongemas.
Menurutnya, pendistribusian bantuan pangan cadangan beras ini serentak di hari Sabtu di Kecamatan Solokanjeruk, kecuali Desa Langensari dilaksanakan pada Minggu besok.
"Alhamdulillah hasil monitoring, juga dipastikan berjalan dengan baik dan tertib. Tidak ada masalah di lapangan. Mudah-mudahan tidak ada masalah. Jadi selama ini hasil monitoring dipastikan lancar," tuturnya.
