JABARKINI.ID - Pemerintah Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung melakukan langkah-langkah konkret serta edukasi kepada masyarakat dalam upaya optimalisasi pengolahan sampah rumah tangga maupun sampah non rumah tangga yang dihasilkan setiap hari di lingkungan sekitar. Termasuk sampah yang dihasilkan di lingkungan perkantoran.
Camat Arjasari Dian Wardiana, S.Ip., M.Si., M.P., untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar membuat sebuah proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos di lingkungan Kecamatan Arjasari.
Sampah organik yang dihasilkan di lingkungan kantor maupun sampah dedaunan kering dan basah ditampung di sebuah lubang yang sudah disiapkan. Kemudian sampah tersebut dibubuhi cairan untuk proses percepatan pembusukan sampah organik menjadi pupuk kompos.
Cairan utama untuk membuat kompos adalah campuran air dengan bioaktivator (seperti EM4, MOL, atau BioWaste). Cairan ini berfungsi sebagai dekomposer untuk mempercepat proses pembusukan sampah organik.
Setelah melewati proses pembusukan itu, pupuk kompos bisa dipanen untuk digunakan pupuk tanaman di sekitar kecamatan.
Selain mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, Camat Dian Wardiana juga membuat kolam yang terbuat dari terpal plastik di atas permukaan tanah yang sudah dibuatkan sebuah lubang.
Kolam buatan itu untuk proses pembesaran ikan lele dan nila, nantinya untuk pakan ikan tersebut bisa memanfaatkan maggot dari proses pengolahan sampah organik. Saat ini, Pemerintah Kecamatan Arjasari sedang mempersiapkan prasarana sarana untuk menjadi bahan edukasi kepada masyarakat bagaimana proses mengolah sampah secara mandiri di lingkungan sekitar.
"Penanganan sampah di Kecamatan Arjasari dimulai dari tingkat rumah tangga. Ada program 100 persen pilah sampah dari rumah tangga. Dengan harapan sampah dari rumah tangga itu betul-betul sudah dipilah," harap Camat Dian saat mengolah sampah di Kantor Kecamatan Arjasari, Kamis (4/6/2026).
Camat Dian mengatakan jika sampah itu sudah dipilah 100 persen di rumah tangga masing-masing, sehingga sampah organik bisa dijadikan untuk proses pembuatan pupuk kompos untuk kesuburan tanaman. Sedangkan sampah anorganik seperti sampah plastik, kertas dan sampah lainnya ditampung untuk menambah ekonomi keluarga yang mengelola sampah secara mandiri.
