JABARKINI.ID - Sungai Citarum kembali menunjukkan "gejala" yang tak biasa. Aliran sungai di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, sempat dipenuhi busa yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan limbah industri tekstil.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Citarum Harum Subsektor 4 Majalaya langsung melakukan patroli dan pengecekan ke lokasi, Rabu (10/6/2026).
Selain menyusuri aliran sungai, petugas juga melakukan komunikasi sosial dengan warga RT 03 RW 13 Desa Sukamaju.
Komandan Subsektor 4 Majalaya, Pelda Andri Hari Irawan, mengatakan pihaknya segera bergerak setelah menerima informasi dari masyarakat terkait munculnya busa di saluran air yang terhubung dengan kawasan industri.
"Perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah kami memang menjadi bagian dari pantauan Satgas. Terlepas dari itu, apabila ada laporan dari warga atau pihak lain, kami langsung melakukan pengecekan dan tindak lanjut," ujar Andri kepada wartawan.
Dari hasil penelusuran di lapangan, fenomena busa tersebut diduga dipicu oleh kekurangan bahan antibusa pada sistem pengolahan limbah salah satu perusahaan tekstil, yakni PT BCP.
Menurut Andri, pihak perusahaan mengakui adanya kendala teknis tersebut. Setelah dilakukan penanganan, kondisi air sungai berangsur normal dalam waktu singkat.
"Untuk kasus ini, pihak perusahaan menyampaikan bahwa terjadi kekurangan obat antibusa. Setelah kami sampaikan dan dilakukan penanganan, kurang lebih dalam waktu 15 menit kondisi air kembali normal dan busa sudah tidak terlihat lagi," katanya.
Meski telah tertangani, kemunculan busa di sungai yang selama ini menjadi simbol perjuangan pemulihan lingkungan itu kembali memunculkan pertanyaan publik: apakah sistem pengawasan internal perusahaan sudah berjalan optimal, atau justru baru bergerak setelah busa telanjur terlihat?
