JABARKINI.ID — Keluhan warga terkait kondisi aliran sungai dan saluran irigasi di kawasan Cipalasari, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, yang telah puluhan tahun tidak tersentuh normalisasi, akhirnya mulai menemukan titik terang.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat kini bergerak cepat menindaklanjuti persoalan tersebut setelah adanya ajuan resmi dari Pentahelix Dayeuhkolot pada Rabu (13/05/2026).
Kondisi aliran air di wilayah Cipalasari telah berlangsung memprihatinkan selama lebih dari tiga dekade. Saluran yang semestinya berfungsi sebagai penampung dan pengalir air hujan kini dipenuhi endapan lumpur tebal, ditumbuhi semak belukar, serta tersumbat tumpukan sampah yang terus menumpuk dari waktu ke waktu.
Akibat kondisi tersebut, setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah setempat, air tidak dapat mengalir dengan baik.
Aliran yang terhambat menyebabkan luapan hingga melewati tanggul, sehingga memicu genangan dan banjir yang kerap merendam permukiman warga. Kondisi ini juga berdampak pada kerusakan pekarangan, terganggunya akses jalan, serta aktivitas ekonomi dan kesehatan lingkungan masyarakat.
Sejumlah warga mengaku kondisi ini telah berlangsung sejak lama tanpa adanya penanganan menyeluruh. Mereka menyebut, saluran tersebut belum pernah dilakukan pengerukan atau normalisasi secara total selama puluhan tahun.
“Sudah puluhan tahun kami menanti. Sejak orang tua kami masih muda, saluran ini kondisinya begini-begini saja. Belum pernah sekalipun dikeruk atau dinormalisasi secara menyeluruh.
Kalau hujan sedikit saja, rumah kami sudah tergenang. Kami takut jika hujan deras, bisa masuk ke dalam rumah. Sudah banyak keluhan disampaikan, tapi baru kali ini benar-benar ada tanggapan nyata,” ungkap salah satu warga yang telah lama bermukim di Cipalasari, dengan nada lega.
Melihat kondisi yang semakin mendesak dan telah mengancam keselamatan serta kenyamanan ratusan kepala keluarga, Pentahelix Dayeuhkolot yang terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan insan pers, bergerak cepat melakukan penanganan terpadu.
