JABARKINI.ID - Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian melaksanakan launching Bazar Ramadhan 1447 Hijriah dan Operasi Pasar Murah Bersubsidi tahun 2026.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung yang dilaksanakan di Lapangan Plaza Upakarti Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (5/3/2026) hingga Minggu (8/3/2026).
Sebanyak 130 pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Kabupaten Bandung dihadirkan dalam kegiatan Bazar Ramadhan dan Operasi Pasar Murah Bersubsidi tersebut.
Bazar Ramadhan 1447 Hijriah ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat Kabupaten Bandung, yang hendak berbelanja untuk kebutuhan bulan suci Ramadhan maupun persiapan jelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati, dan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bandung Erwin Rinaldi, Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Dicky Anugrah hadir langsung pada pelaksanaan Bazar Ramadhan 1447 Hijriah dan Operasi Pasar Murah Bersubsidi tahun 2026 tersebut.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan salah satu arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung adalah membangkitkan daya saing masyarakat melalui dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro dan kecil serta penyedia jasa.
"Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing industri kecil, menengah hingga industri besar," kata Bupati Dadang Supriatna saat melaksanakan launching Bazar Ramadhan 1447 Hijriah dan Operasi Pasar Murah Bersubsidi tersebut.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan bahwa kebijakan ini selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Bandung, yakni terwujudnya Kabupaten Bandung lebih BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera), maju dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas yang menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai instrumen untuk menciptakan kesejahteraan yang merata.
Kang DS mengutarakan bahwa Kabupaten Bandung memiliki potensi sumber daya alam dan manusia yang signifikan. "Namun tantangan kita hari ini adalah tentang bagaimana potensi tersebut dikelola secara produktif, adaptif, dan kolaboratif, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat," harapnya.
