JABARKINI.ID - Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dengan ancaman penyakit menular seperti halnya penyakit TBC (Tuberkulosis) yang saat ini menjadi fokus perhatian pemerntah di bidang kesehatan.
Pesan itu disampaikannya saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Kesehatan dalam rangka Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata dalam Penanggulangan Tuberkulosis, yang digelar di Gedung Moch Toha, Soreang, Selasa 10 Maret 2026.
Lebih dari itu Wabup Bandung juga berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri dan bisa mendeteksi sedari dini gejala penyakit TBC. Salah satunya dengan memeriksakan diri ke puskesmas atau dokter jika terindikasi sakit TBC dengan tanda sakit batuk terus berlanjut.
"Masyarakat banyak yang tidak sadar atau tidak merasa kalau dirinya sudah memiliki gejala sakit TBC karena merasa dirinya sehat-sehat saja. Kalau pun sakit batuk, dia hanya menganggap hanya batuk biasa saja atau cuma batuk berdahak. Ini yang menjadi masalah," ungkap Wabup Ali Syakieb.
Karena itu wabup berharap kepada masyarakat Kabupaten Bandung, jika mengalami sakit batuk yang tidak sembuh-sembuh selama satu minggu bahkan dua minggu, segeralah periksakan diri ke puskesmas atau ke RSUD atau ke dokter terdekat untuk mengeceknya.
"Tidak perlu takut untuk mengeceknya dan sakit TBC ini sudah ada obatnya dan obat pencegahannya. Daripada dibiarkan, kasihan bagi orang-orang di sekitarnya dan keluarga, apalagi kalau punya anak balita," ujarnya.
Pada kesempatan itu Ali Syakieb menyampaikan, di Kabupaten Bandung sendiri, tren temuan kasus TBC juga menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 12.618 kasus. Meningkat di tahun 2024 menjadi 14.074 kasus.
"Tahun 2025, kasus TBC di Kabupaten Bandung meningkat lagi dengan temuan menapai 15.450 kasus," sebut Ali.
Menurutnya, data ini menunjukkan upaya penanggulangan TBC harus terus diperkuat melalui berbagai langkah yang lebih terintegrasi berkelanjutan.
