JABARKINI.ID – Riuh tepuk tangan, suara anak-anak melantunkan ayat suci Al-Qur’an, hingga tarian tradisional yang menghiasi panggung, mewarnai gelaran Ajang Kreativitas Seni dan Olahraga (AKSERA) RA se-Kecamatan Paseh yang berlangsung di The Matic Majalaya, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Kemandirian dan Mengembangkan Potensi Menuju Siswa Berprestasi" itu diikuti 27 Raudhatul Athfal (RA) di wilayah kerja Kecamatan Paseh, di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bandung.

Ratusan peserta bersama para orang tua tampak memadati area perlombaan. Berbagai kategori dipertandingkan, mulai dari lomba membaca Al-Qur’an, lagu nasional, tari tradisional hingga kaulinan barudak Sunda yang menjadi daya tarik tersendiri dalam acara tersebut.

Di atas panggung, anak-anak tampil penuh percaya diri. Namun di balik gegap gempita pentas kreativitas itu, muncul pertanyaan yang mulai bergulir di kalangan orang tua peserta.

Sorotan muncul terkait biaya pendaftaran sebesar Rp250 ribu per siswa. Nilai yang jika diakumulasikan dengan jumlah peserta disebut-sebut mencapai angka fantastis. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara belum memberikan penjelasan terbuka terkait rincian penggunaan anggaran tersebut.

Ketua panitia penyelenggara, Susan Rahmawati, disebut sulit dihubungi saat sejumlah wartawan mencoba melakukan konfirmasi. Pesan melalui aplikasi WhatsApp tidak mendapat balasan, sementara panggilan telepon juga tidak direspons.

Kondisi itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama para orang tua siswa yang berharap adanya keterbukaan soal pengelolaan biaya kegiatan pendidikan anak usia dini tersebut.

"Kalau memang untuk kebutuhan acara, seharusnya dijelaskan secara rinci. Karena ini kegiatan pendidikan, bukan sekadar seremoni,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Meski demikian, pelaksanaan AKSERA sendiri berlangsung tertib, aman dan meriah. Antusiasme peserta terlihat tinggi hingga acara masih terus berjalan saat proses peliputan dilakukan.