JABARKINI.ID - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat secara bersamaan melaksanakan Musyawarah Cabang dengan tema "Mengembalikan PPP Sebagai Wadah Perjuangan Ulama dan Umat" di Hotel Antik Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (29/4/2026).
DPC PPP Kabupaten Bandung melaksanakan Muscab ke-10, DPC PPP Kabupaten Bandung Barat Muscab ke-5. Muscab ini dibuka oleh Ketua DPW PPP Jawa Barat KH. Uu Ruzhanul Ulum, dan dihadiri Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb, Kepala Kesbangpol Kabupaten Bandung Bambang Sukmawijaya, Plt. Ketua DPC PPP Kabupaten Bandung Yudha Noor, dan Plt. Ketua DPC PPP Kabupaten Bandung Barat Syamsul Maarif, serta para pengurus PAC PPP se-Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.
Di Kabupaten Bandung tercatat 31 PAC dan Kabupaten Bandung Barat 16 PAC yang menjadi peserta menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan pelaksanaan Muscab tersebut.
Ketua DPW PPP Jawa Barat KH. Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa usai melaksanakan Muscab ini, bagi pengurus DPC PPP Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Bandung Barat memiliki tanggung jawab dan perjuangan yang berat kedepan untuk meraih kesuksesan seperti di periode-periode sebelumnya.
"Oleh karena itu tidak main-main, tidak asal-asalan orang yang mau jadi Ketua DPC. Karena Ketua DPC diinginkan oleh seluruh kader, dan ada persaingan. Tapi saya harap bukan hanya maunya saja, tapi mau berkorban pikiran, tenaga, waktu, bahkan biaya untuk membesarkan PPP. Jangan hanya terpampang nama sebagai Ketua DPC, tapi tidak ada action untuk membesarkan," tuturnya.
Uu menegaskan ada keuntungan di Kabupaten Bandung, pertama menjadi kader PPP di Kabupaten Bandung sejalan dengan visi misi PPP itu sendiri.
"PPP sebagai partai persatuan yang dilahirkan oleh para ulama. Di mana para ulama itu tokoh agama dan penyebar agama. Maka layak Bandung atau sekitar 98 persen adalah umat Islam berada di PPP," kata mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini.
Kedua, lanjut Uu, di Kabupaten Bandung PPP pernah menempati kursi yang cukup banyak, bahkan sempat menempati wakil Ketua seperti dialami di Kabupaten Bandung Barat. Sehingga dasarnya sudah ada, tinggal bagaimana menggali kembali potensi tersebut.
"Pertama jaga soliditas, jaga kebersamaan, dan harus bersilaturahmi dengan masyarakat yang ada sehingga kader-kader PPP itu dikenal. Sekarang mohon maaf, masyarakat tidak kenal PPP, tidak simpati. Maka kenal dulu. Tak kenal, maka tak sayang," tuturnya.
