JAKARTA – Survei terbaru dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan tinggi masyarakat terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Sebanyak 82,7 persen pemudik mengaku puas terhadap penyelenggaraan operasi kemanusiaan tersebut, khususnya dalam menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 29 Maret hingga 4 April 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut mayoritas responden menilai penyelenggaraan mudik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sebanyak 81 persen dari seluruh responden menyatakan tahun ini lebih baik. Sementara di kalangan pemudik, angkanya lebih tinggi, mencapai 82,7 persen,” ujar Burhanuddin dalam paparan hasil survei, Selasa (7/4/2026).

Jika dirinci, 11,5 persen pemudik menyatakan sangat setuju bahwa Operasi Ketupat 2026 sukses memperlancar arus mudik, sementara 71,2 persen lainnya menyatakan setuju. Adapun 12,4 persen menyatakan kurang setuju, dan hanya sebagian kecil yang tidak setuju.

Selain itu, survei juga menunjukkan 79,8 persen responden menilai Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun lalu.

Burhanuddin menegaskan bahwa temuan ini konsisten di berbagai indikator yang diukur dalam survei.

“Secara umum, publik memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan mudik oleh pemerintah dan instansi terkait,” katanya.

Keberhasilan ini turut didukung berbagai kebijakan seperti rekayasa lalu lintas one way, pelayanan posko terpadu, serta sinergi lintas instansi dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.