JABARKINI.ID — Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D., meninjau proyek percontohan Bioetanol Berbasis Aren di Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Selasa (19/11/2025).
Kunjungan kerja ini dilakukan bersama Pertamina, ISDM, Kementerian Investasi, BRIN, dan sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam konferensi pers, Menteri Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pengembangan bioetanol aren menjadi langkah strategis pemerintah untuk mewujudkan ketahanan energi nasional. Program ini sekaligus merealisasikan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai energi baru terbarukan berbasis potensi lokal.
“Sejak 2024 Pak Presiden sudah menyampaikan bahwa aren adalah pohon ajaib, harta karun Indonesia. Hari ini kita buktikan melalui proof of concept yang berjalan baik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Menteri Raja Juli menunjukkan kendaraan yang telah diuji menggunakan bioetanol murni (E100). Hasilnya, mobil dapat beroperasi normal dan responsif, memperlihatkan peluang besar pemanfaatan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM.
Pabrik percontohan bioetanol di Kamojang telah melakukan groundbreaking dan ditargetkan mulai berproduksi pada April–Mei 2026 dengan kapasitas 300 liter per hari.
Produksi tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai 30 ribu kiloliter per tahun. Produk bioetanol nantinya akan disalurkan Pertamina Patra Niaga ke SPBU di wilayah Garut sebagai tahap awal.
Menteri juga mengungkapkan bahwa potensi pohon aren di Indonesia sangat besar, termasuk di Riau, Bangka Belitung, dan daerah lainnya. Pemerintah menargetkan penanaman hingga 1 juta hektare pohon aren yang diproyeksikan mampu menghasilkan 24 juta kiloliter etanol.
“Jika target ini tercapai, Indonesia tidak perlu lagi mengimpor BBM. Ini bagian dari ketahanan energi dan masa depan energi baru terbarukan kita,” kata Raja Juli Antoni.
