JABARKINI.ID – Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, menyebut Pekan Olahraga DPRD Kabupaten Bandung Tahun 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan antaranggota dewan.

Hal tersebut disampaikan Renie saat menyaksikan pertandingan final cabang olahraga futsal yang mempertemukan Komisi D melawan Komisi B, sekaligus menandai hari terakhir pelaksanaan Pekan Olahraga DPRD, Rabu (4/2/2026), di SOR Si Jalak Harupat.

“Alhamdulillah, hari ini adalah hari terakhir kami melaksanakan kegiatan Pekan Olahraga DPRD Kabupaten Bandung. Hari ini kita melaksanakan pertandingan final futsal setelah kemarin melalui penyisihan yang cukup seru,” ujar Renie.

Ia menjelaskan, Pekan Olahraga DPRD 2026 mempertandingkan empat cabang olahraga yang diikuti oleh seluruh komisi di lingkungan DPRD Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang telah berjalan kurang lebih lima tahun.

“Kegiatan ini menjadi sarana refreshing bagi anggota dewan dari padatnya agenda sidang dan rapat. Yang terpenting bukan siapa yang menjadi pemenang atau siapa yang membawa pulang piala, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan,” tegasnya.

Menurut Renie, kebersamaan dan kekompakan antaranggota dewan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas-tugas legislatif dan pelayanan kepada masyarakat.

“Tahun depan ada usulan penambahan cabang olahraga, termasuk olahraga tradisional dan olahraga masyarakat, seperti kaulinan barudak, lompat tali, dan lainnya. Ini bagian dari upaya kita mengolaborasikan olahraga modern dan tradisional,” katanya.

Terkait pendanaan, Renie memastikan kegiatan Pekan Olahraga DPRD tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.

“Pendanaan berasal dari swadaya antar komisi dan dukungan sponsor. Alhamdulillah ada bantuan dari beberapa pihak, seperti Bank BJB, BJB Syariah, BPM, dan PDAM,” jelasnya.