JABARKINI.ID - Dalam sebuah forum yang penuh semangat, Hj. Humaira Zahrotun Noor, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak. Seruan ini disampaikannya saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak yang berlangsung di Hotel Karasak, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (4/10/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bandung ini dihadiri oleh berbagai organisasi kepemudaan, perwakilan pemerintah daerah, akademisi, dan tokoh masyarakat. FGD ini menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Kabupaten Bandung yang ramah anak.
Dalam paparannya, Humaira menekankan bahwa pemenuhan hak anak adalah langkah penting dalam mempersiapkan masa depan bangsa. "Anak-anak harus diperlakukan sebagai subjek aktif pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat kebijakan," ujarnya.
Politisi muda dari Fraksi PKB ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, keluarga, dunia pendidikan, dan dunia usaha. "Dengan kerja sama yang terarah, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik, mental, maupun sosial," tegasnya.
Hj. Siti Rahayu, Ketua KPAD Kabupaten Bandung, menambahkan bahwa kegiatan FGD ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat jejaring organisasi kepemudaan agar lebih peka terhadap isu perlindungan anak. "Kami berharap para pemuda menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan aman bagi anak, baik di rumah, sekolah, maupun di ruang publik. Karena suara anak harus dijaga dan diperjuangkan bersama," ungkapnya.
Rifky Ramadhan, perwakilan dari salah satu organisasi kepemudaan, juga menyampaikan pandangannya. "Kami para pemuda harus hadir menjadi garda terdepan. Anak-anak perlu ruang bermain, belajar, dan tumbuh tanpa kekerasan atau diskriminasi. Kegiatan seperti ini memberi semangat dan arah bagi kami untuk ikut berperan," kata Rifky.
Di akhir acara, Humaira mengajak semua peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. "Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Indonesia," pungkasnya. FGD ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan penyusunan rekomendasi untuk memperkuat strategi perlindungan anak berbasis komunitas di Kabupaten Bandung.
