Kuala Lumpur - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) Dr. KH Jazuli Juwaini MA meresmikan sekaligus melantik Pengurus Perwakilan Mathla’ul Anwar (MA) Malaysia di Kuala Lumpur.
Siaran pers PBMA, Sabtu (22/08/2026) menyebutkan, pada acara pelantikan yang berlangsung tanggal 19 Agustus 2026 itu Ketua Umum PBMA didampingi oleh Wakil Ketua Umum Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Muhammad Arif Kirdiat.
Pembentukan kepengurusan perwakilan Mathla'ul Anwar di Malaysia itu menjadi langkah strategis Mathla’ul Anwar dalam memperkuat jejaring kelembagaan dan kerja sama regional, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Kepengurusan yang diresmikan terdiri atas Muhammad Iqbal Kilwo MA sebagai Ketua Majelis Amanah; Makmur Harun, Ph.D sebagai Ketua; Muhammad Gunawan Ali Syabana, S.Th.I sebagai Sekretaris; Muhammad Hizbi Islami MIRKH sebagai Bendahara; serta Khoiruddin Nasution MA sebagai Ketua Bidang Kerja Sama.
Disebutkan pula, Malaysia merupakan negara tetangga yang memiliki hubungan baik dan erat dengan Indonesia. Sebagai dua negara dengan mayoritas penduduk Muslim di kawasan, Indonesia dan Malaysia memiliki prospek kerja sama yang strategis dalam berbagai bidang, antara lain pendidikan, riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, ekosistem ekonomi syariah, industri halal, dan penguatan dakwah yang rahmatan lil ‘alamin.
Ketua Umum PBMA pada acara pelantikan itu menyampaikan optimismenya terhadap keberadaan Perwakilan Mathla'ul Anwar Malaysia.
Menurut dia, komposisi pengurus yang berasal dari kalangan dosen, pengajar, dan mahasiswa Indonesia yang memiliki kualifikasi S2 dan S3 di Malaysia merupakan modal penting untuk membangun kerja sama yang produktif.
“Dengan potensi dan kompetensi yang dimiliki para pengurus, kami optimistis Perwakilan Mathla’ul Anwar Malaysia dapat menjadi jembatan kerja sama yang produktif dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan, dakwah, dan sosial Mathla’ul Anwar, baik di tanah air maupun di mancanegara,” kata Jazuli.
Peresmian dan pelantikan pengurus Perwakilan Mathla'ul Anwar Malaysia itu diharapkan tidak sekadar memperluas struktur organisasi Mathla’ul Anwar di luar negeri, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai program kolaboratif lintas negara.