<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" 
     xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" 
     xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" 
     xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
     xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
  <channel>
    <title>Opini - jabarkini.id | Independen, Tajam dan Terpercaya</title>
    <link>https://jabarkini.id/</link>
    <description>Berita terbaru kategori Opini - Media ini mengusung nilai independen, tajam, dan terpercaya-menyajikan informasi yang objektif, analisis yang kritis, serta berlandaskan pada data yang akurat dan terverifikasi, sehingga menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan.</description>
    <language>id-ID</language>
    <lastBuildDate>Sat, 01 Aug 2026 20:19:03 +0700</lastBuildDate>
    <generator>Modib CMS 1.1.9 - https://modib.id</generator>
    <atom:link href="https://jabarkini.id/rss/category/opini" rel="self" type="application/rss+xml" />

        <item>
      <title><![CDATA[Fotografer CFD: Ketika Pasar Diciptakan, Bukan Ditemukan]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/fotografer-cfd-ketika-pasar-diciptakan-bukan-ditemukan</link>
      <pubDate>Fri, 24 Jul 2026 13:43:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/6a630aea5e73f_1001547985.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Fotografer CFD: Ketika Pasar Diciptakan, Bukan Ditemukan</p><p>Oleh Prof. Yolanda Masnita Siagian (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisaksti)</p><p>We keep this love in a photograph</p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
      <media:keywords><![CDATA[Fotografer CFD,Ketika Pasar Diciptakan,Bukan Ditemukan,Oleh Prof. Yolanda Masnita Siagian,Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisaksti]]></media:keywords>
<description><![CDATA[JABARKINI.ID - Potongan lagu Ed Sheeran bergejolak riuh di kepala. Minggu pagi, jam tujuh lewat sedikit. Kawasan Sudirman-Thamrin berubah jadi lautan manusia. Ada yang lari, ada yang gowes, ada yang sekadar jalan santai sambil bawa anak.]]></description>
    </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Masa Depan Logistik Indonesia: Fajar Baru Pasca Merger BUMN Dibawah Danantara]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/masa-depan-logistik-indonesia-fajar-baru-pasca-merger-bumn-dibawah-danantara</link>
      <pubDate>Wed, 08 Jul 2026 12:09:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/6a4ddceaeaec3_1001507916.jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  Muhammad Budi Djatmiko (Komisaris Utama PT Pos Indonesia (Persero) dan Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI)</p><p><br></p><p>JABARKINI.ID -  Indonesia tengah memacu lompatan strategis menuju status negara maju, dan urat nadi utama dari transformasi ini terletak pada reformasi sektor logistik nasional.</p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
      <media:keywords><![CDATA[kehadiran PT Danantara,Asset Management (DAM),Mundurnya Direktur Utama PT Pos Indonesia,Sempat memicu spekulasi publik,Indonesia Memacu,Lompatan Strategis]]></media:keywords>
<description><![CDATA[JABARKINI.ID -  Indonesia tengah memacu lompatan strategis menuju status negara maju, dan urat nadi utama dari transformasi ini terletak pada reformasi sektor logistik nasional.]]></description>
    </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail: Keteguhan Iman yang Menjadi Teladan Umat]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/kisah-nabi-ibrahim-dan-nabi-ismail-keteguhan-iman-yang-menjadi-teladan-umat</link>
      <pubDate>Wed, 27 May 2026 03:49:25 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/mig_6a4600a51f77e_116a16697348647..jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JABARKINI.ID -</strong> Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukan hanya bagian dari sejarah agama, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun nilai keimanan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah SWT. </p><p>Hingga hari ini, kisah keduanya masih relevan dalam kehidupan masyarakat modern yang penuh tantangan moral dan sosial.</p><p>Dalam sejarah Islam, Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai sosok yang teguh mempertahankan tauhid di tengah masyarakat penyembah berhala. </p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Di Balik Swasensor, Ada Bias dalam Memilih Narasumber]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/di-balik-swasensor-ada-bias-dalam-memilih-narasumber</link>
      <pubDate>Tue, 03 Mar 2026 09:05:32 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/mig_6a4602b3d7a3c_1169a6a3aa2f291..jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JABARKINI.ID</strong> – Ketika membahas fakta bahwa 80 persen jurnalis pernah melakukan swasensor, banyak perhatian tertuju pada tekanan, rasa takut, hingga ancaman yang membayangi kerja jurnalistik. </p><p>Namun ada satu aspek lain yang sering luput dari sorotan: cara jurnalis memilih narasumber.</p><p>Seperti dikutip dari unggahan Instagram PPMN, kecenderungan memilih narasumber yang “aman” kerap menjadi pilihan praktis di tengah situasi yang sensitif. </p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[80 Persen Jurnalis Mengaku Swasensor Soal MBG dan PSN, Apa yang Sedang Terjadi dengan Kebebasan Pers?]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/80-persen-jurnalis-mengaku-swasensor-soal-mbg-dan-psn-apa-yang-sedang-terjadi-dengan-kebebasan-pers</link>
      <pubDate>Tue, 03 Mar 2026 08:44:49 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/mig_6a4602b4592ef_1169a69e7aadbf4..jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JABARKINI.ID</strong> — Klaim bahwa sekitar 80 persen jurnalis di Indonesia pernah melakukan swasensor saat meliput program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) patut menjadi perhatian serius. </p><p>Jika benar, ini bukan sekadar persoalan teknis ruang redaksi, melainkan sinyal tentang kondisi kebebasan pers yang sedang diuji.</p><p>MBG sebagai program Makan Bergizi Gratis dan PSN atau Proyek Strategis Nasional merupakan kebijakan publik yang menyangkut anggaran besar serta berdampak luas terhadap masyarakat. </p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Kutipan sebuah buku berjudul “The Journalist Citizen? Opini yang Dianggap Fakta” Karya : Rendy Rahmantha Yusri A. Md.,S.H., CLDSI]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/kutipan-sebuah-buku-berjudul-the-journalist-citizen-opini-yang-dianggap-fakta-karya-rendy-rahmantha-yusri-a-mdsh-cldsi</link>
      <pubDate>Mon, 23 Feb 2026 08:26:55 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/mig_6a4602f2c89a6_11699c0e7cda9a6..jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Kutipan sebuah buku berjudul “The Journalist Citizen? Opini yang Dianggap Fakta” Karya :<br>Rendy Rahmantha Yusri A. Md.,S.H., CLDSI</p><p></p><p>Narasi oleh :<br>Devi Alex Budiana</p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Sanggahan dan Klarifikasi, relevansi hak jawab atau hanya sekedar "alibi" pembenaran diri? Sebuah kerancuan dalam definisi ]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/sanggahan-dan-klarifikasi-relevansi-hak-jawab-atau-hanya-sekedar-alibi-pembenaran-diri-sebuah-kerancuan-dalam-definisi</link>
      <pubDate>Sun, 08 Feb 2026 03:57:33 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/mig_6a460365bd759_116988090bbed91..jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Sanggahan dan Klarifikasi, relevansi hak jawab atau hanya sekedar "alibi" pembenaran diri? Sebuah kerancuan dalam definisi </p><p></p><p>Artikel oleh :<br>Rendy Rahmantha Yusri<br>8/02/2026</p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Ketika Kebebasan Pers Dijadikan Tameng Intimidasi, Pemerhati Jurnalistik: “Hilang Sudah Harga Diri Jurnalis”]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/ketika-kebebasan-pers-dijadikan-tameng-intimidasi-pemerhati-jurnalistik-hilang-sudah-harga-diri-jurnalis</link>
      <pubDate>Fri, 30 Jan 2026 16:41:27 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/mig_6a46039660c1e_11697cde6e1e6ea..jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Ketika Kebebasan Pers Dijadikan Tameng Intimidasi</p><p dir="ltr">Pemerhati Jurnalistik: “Hilang Sudah Harga Diri Jurnalis”<br><br></p><p dir="ltr"><strong>JABARKINI.ID</strong> – Jumat, 30 Januari 2026<br>Akhir-akhir ini, dunia pers dihadapkan pada fenomena yang kian mengkhawatirkan. Maraknya media daring tanpa kejelasan legalitas—cukup bermodal portal web gratisan—telah melahirkan praktik-praktik yang jauh dari nilai dan kaidah jurnalistik.</p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Pers Bukan Alat Kepentingan: Devi Alex Tegaskan Media Harus Jadi Benteng Kepentingan Publik]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/pers-bukan-alat-kepentingan-devi-alex-tegaskan-media-harus-jadi-benteng-kepentingan-publik</link>
      <pubDate>Wed, 31 Dec 2025 23:25:35 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/mig_6a46045a81594_1169554e1c205a4..jpg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>JABARKINI.ID</strong> – Di tengah derasnya arus informasi dan semakin kaburnya batas antara kepentingan publik dan kepentingan kekuasaan, Pimpinan Media <a href="http://JabarKini.id">JabarKini.id</a>, Devi Alex, menegaskan kembali posisi pers sebagai penjaga demokrasi, bukan alat legitimasi kekuasaan atau kepentingan kelompok tertentu.</p><p dir="ltr">Dalam refleksi akhir tahun 2025, Devi Alex menyampaikan pesan keras kepada seluruh insan pers, khususnya jajaran redaksi dan wartawan <a href="http://JabarKini.id">JabarKini.id</a>, agar tidak tergelincir dari marwah jurnalistik yang sejati.</p><p dir="ltr">Ia menilai, sepanjang tahun 2025 dunia pers nasional dan daerah menghadapi ujian serius yang mengancam independensi media.</p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Perjalanan Lima Tahun Jurnalis Majalaya, Devi Alex , yang Menjadi Inspirasi Generasi Pers Muda]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/perjalanan-lima-tahun-jurnalis-majalaya-devi-alex-yang-menjadi-inspirasi-generasi-pers-muda</link>
      <pubDate>Sat, 29 Nov 2025 09:39:00 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/mig_6a460528f1373_11692a5c860a872.jpeg" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Menyulam Cerita, Menembus Batas Waktu</p><p>Oleh : Devi Alex Pemimpin Redaksi Media JABARKINI.ID</p><p><br><strong>JABARKINI.ID</strong> - Hujan turun pelan di atas genting rumah sederhana di sudut Majalaya. Aroma tanah basah menyusup lembut ke sela-sela udara. Di dalam ruang tamu yang hangat, duduklah seorang pria yang kini dikenal luas dalam lingkaran media lokal: Devi Alex Budiana. Sesekali ia menatap keluar jendela, seakan menengok masa lalu yang membawanya ke titik ini—sebuah perjalanan yang tidak pernah ia rencanakan, namun kini ia syukuri sepenuh hati.</p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
          </item>
        <item>
      <title><![CDATA[Peran Kepala Keluarga: Melangkah Meski Lelah, Demi Cinta yang Menjadi Kekuatan]]></title>
      <link>https://jabarkini.id/post/peran-kepala-keluarga-melangkah-meski-lelah-demi-cinta-yang-menjadi-kekuatan</link>
      <pubDate>Thu, 27 Nov 2025 21:02:52 +0700</pubDate>
      <dc:creator>Devi Alex</dc:creator>
            <enclosure url="https://jabarkini.id/uploads/posts/mig_6a460532f420a_1169285988eff6d.png" type="image/jpeg" length="0"/>
            <content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Devi Alex Jurnalis Jabarkini.id</p><p><strong>JABARKINI.ID</strong> - Menjadi kepala keluarga bukan sekadar gelar, melainkan amanah besar yang melekat di setiap langkah kehidupan seorang ayah dan suami. Di balik pundaknya, ada harapan yang disandarkan; di balik lelahnya, ada cinta yang menjadi alasan untuk terus berjuang.</p><p>Tugas seorang kepala keluarga tidak selalu terlihat oleh mata. Ada banyak hal yang dilakukan dalam diam—menahan penat, mengatur strategi hidup, hingga memastikan keluarga tetap merasa aman, nyaman, dan bahagia. Meski terkadang perjalanan terasa berat, tanggung jawab besar itulah yang sekaligus menjadi sumber kekuatan.</p>]]></content:encoded>
      <category>Opini</category>
          </item>
    
  </channel>
</rss>
